Perbedaan Quality control dan Quality assurance

Carikerja.co.id – Banyak sekali yang masih Bingung terkait dengan Perbedaan Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) saat membaca loker ketika mencari pekerjaan. Bahkan saat didalam dunia kerja manufaktur, mungkin QA dan QC akan ditemukan disana.

Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) adalah dua konsep penting dalam industri yang berhubungan erat dengan jaminan kualitas produk.

Meskipun sering digunakan secara bergantian, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam pendekatan dan tujuannya.

Eits Sob Kamu bakal tau semuanya loh. Yoii,  kita akan mengeksplorasi perbedaan antara QC dan QA serta contoh-contoh yang menggambarkan kedua konsep ini.

Pengertian Quality Control dan Quality Assurance

Quality Control (QC) adalah proses yang bertujuan untuk menemukan dan memperbaiki cacat atau kesalahan dalam produk akhir. Proses ini bersifat reaktif, di mana produk sudah selesai dan siap untuk diuji sebelum dipasarkan.

Sementara itu, Quality Assurance (QA) adalah serangkaian proses yang dirancang untuk mencegah terjadinya cacat atau kesalahan sejak awal produksi hingga produk akhir. QA bersifat proaktif dan lebih fokus pada pencegahan daripada perbaikan.

Contohnya, dalam QC, produk akan diuji secara fisik atau melalui pengujian laboratorium untuk memastikan bahwa tidak ada cacat yang terjadi setelah proses produksi selesai.

Sementara dalam QA, proses-proses produksi akan diperiksa dan ditingkatkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya cacat sejak awal.

Perbedaan QC dan QA

Waktunya tau nih..

Pada dasarnya, perbedaan pendekatan antara Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) mencerminkan filosofi dan strategi yang berbeda dalam mengelola kualitas produk.

Quality Control (QC) lebih menekankan pada inspeksi dan pengujian produk akhir. Pendekatan ini bersifat reaktif, di mana fokus utamanya adalah menemukan dan memperbaiki cacat atau kesalahan setelah produk sudah selesai diproduksi.

QC berperan dalam memastikan bahwa produk yang akan dijual atau diserahkan kepada pelanggan telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Contoh dari pendekatan QC adalah melakukan pemeriksaan fisik atau pengujian laboratorium terhadap produk untuk memastikan bahwa tidak ada cacat atau kesalahan yang signifikan.

Sementara itu, Quality Assurance (QA) lebih menitikberatkan pada perancangan dan pemantauan proses produksi. Pendekatan QA bersifat proaktif, di mana tujuannya adalah mencegah terjadinya cacat atau kesalahan sejak awal proses produksi hingga produk akhir.

QA melibatkan pengawasan bahan baku, pengujian proses produksi, pengembangan sistem produksi yang lebih baik, dan pembinaan karyawan untuk meningkatkan kualitas produk secara keseluruhan.

Contoh dari pendekatan QA adalah melakukan audit internal secara berkala untuk memastikan bahwa semua proses produksi berjalan sesuai standar dan kebijakan perusahaan.

Dengan demikian, perbedaan pendekatan antara QC dan QA dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • QC berfokus pada pengujian produk akhir untuk menemukan cacat atau kesalahan.
  • QA berfokus pada perancangan dan pemantauan proses produksi untuk mencegah terjadinya cacat atau kesalahan.

Dalam praktiknya, kombinasi yang seimbang antara QC dan QA sangat penting untuk mencapai tingkat kualitas yang optimal dalam produk atau layanan yang dihasilkan.

Dengan QC yang efektif, produk dapat diuji secara menyeluruh sebelum diserahkan kepada pelanggan.

Sementara dengan QA yang solid, proses produksi dapat ditingkatkan secara terus-menerus untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan memenuhi harapan pelanggan.

Gaji Quality Control di Indonesia, Menggiurkan

Contoh-contoh Bedanya QA dan QC

Dari penjelasan sebelumnya sudah jelas dong., Tapi! Kita akan lebih mudah dengan pendekatan contoh. Sepakat itu..

Langsung saja, Berikut adalah beberapa contoh konkret yang mengilustrasikan Bedanya antara Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) dalam konteks yang berbeda:

Contoh Quality Control (QC)

  1. Pabrik Mobil
    • QC: Di pabrik mobil, tim QC melakukan pemeriksaan akhir terhadap setiap kendaraan yang keluar dari jalur produksi. Mereka memeriksa komponen-komponen utama seperti mesin, rem, sistem kelistrikan, dan fitur keselamatan untuk memastikan bahwa tidak ada kecacatan yang dapat mengganggu kinerja atau keselamatan pengguna.
    • QA: Sementara tim QA di pabrik mobil fokus pada pengembangan proses-proses produksi yang lebih baik. Mereka melakukan analisis data, merancang perubahan proses, dan melatih karyawan untuk meningkatkan kualitas keseluruhan produk. Misalnya, mereka mungkin mengadakan pelatihan reguler untuk teknisi pemasangan komponen guna mengurangi kesalahan pemasangan.
  2. Industri Farmasi
    • QC: Di industri farmasi, QC bertanggung jawab untuk melakukan pengujian laboratorium terhadap setiap batch produk obat sebelum dijual ke pasar. Mereka memeriksa kestabilan kimia, kemurnian, dan keamanan produk untuk memastikan bahwa obat tersebut memenuhi standar yang ditetapkan.
    • QA: Tim QA di industri farmasi bekerja dalam pengembangan formulasi baru, proses produksi, dan pemantauan kualitas selama siklus hidup produk. Mereka melakukan audit internal, memvalidasi proses produksi, dan memastikan bahwa peraturan dan standar GMP (Good Manufacturing Practices) dipatuhi secara ketat.

Contoh Quality Assurance (QA)

  1. Perusahaan Software
    • QC: Tim QC dalam perusahaan software melakukan pengujian fungsional, pengujian integrasi, dan pengujian performa terhadap perangkat lunak yang telah dikembangkan sebelum perilisannya. Mereka memastikan bahwa tidak ada bug atau masalah kinerja yang signifikan sebelum produk dijadwalkan untuk diluncurkan.
    • QA: Sementara tim QA di perusahaan software terlibat dalam proses pengembangan secara menyeluruh. Mereka mendesain skema pengujian, menyusun dokumen spesifikasi, melakukan pengujian keamanan, dan memastikan bahwa produk software dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna.
  2. Industri Makanan
    • QC: Di industri makanan, tim QC melakukan pemeriksaan fisik dan pengujian organoleptik terhadap setiap batch produk makanan yang telah diproduksi. Mereka memastikan bahwa rasa, tekstur, aroma, dan penampilan produk sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan sebelum produk dikemas dan didistribusikan.
    • QA: Tim QA di industri makanan fokus pada pemantauan proses produksi dari pengadaan bahan baku hingga penyimpanan dan distribusi. Mereka memastikan bahwa sanitasi pabrik terjaga, proses produksi sesuai dengan regulasi keamanan pangan, dan melakukan audit keamanan pangan secara berkala.

Dari contoh-contoh di atas, dapat dilihat bahwa QC menekankan pada pengujian produk akhir untuk menemukan cacat atau kesalahan, sementara QA berperan dalam perancangan, pemantauan, dan pengembangan proses-produksi secara menyeluruh untuk mencegah terjadinya cacat atau kesalahan sejak awal proses produksi.

Keduanya merupakan bagian penting dari strategi keseluruhan untuk memastikan kualitas produk atau layanan yang dihasilkan.

Tahapan Quality Control dalam Proses Wirausaha

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa QC dan QA memiliki perbedaan yang mendasar dalam pendekatan dan tujuannya dalam mengelola kualitas produk.

QC lebih bersifat reaktif dan berfokus pada pengujian akhir produk, sedangkan QA bersifat proaktif dan lebih mengutamakan pencegahan cacat sejak awal proses produksi. Kedua konsep ini merupakan bagian penting dari upaya untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Sudah tau perbedaan Quality control dan Quality assurance?